Pembuatan Penunjuk Desa

Sabtu 16 Juli 2016
Pembuatan Papan Penunjuk Desa (DPS)

Hari ke Tiga kami Kelompok 85 suasana cangguh masih kami rasakan antar teman-teman yang lain jurusan tetapi kami saling membaur satu sama lain tukar ide, berbagi pengalaman dan berbagi pengetahuan tentang jurusan yang diambil.

Siang itu setelah kami menunaikan sholat, kami berencana membuat penunjuk jalan. mengapa kami memutuskan membuat penunjuk jalan, dikarenakan di desa Trogan masih belum ada penunjuk desa. Penunjuk jalan ini memungkinkan akses yang lebih mudah untuk mencari letak dusun-dusun di desa Trogan bagi para pendatang baru.

Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk membuat penunjuk jalan siang itu yang berangkat membeli keperluan kayu dan lain sebagainya adalah Dwi Prayoga Setyawan dan April. sempat kesulitan memang mencari toko bangunan di Kec. Klampis dikarenakan kami baru 3 hari singgah di Desa Trogan. akhirnya setelah kami mencari toko bangunan ketemu di sebelah utara Desa Tobadung letaknya 5 km dari Desa Trogan. di toko bangunan tersebut kami mencari kayu, cat, dan paku namun hanya kayu yang kami dapati disana toko yang kami kunjungi memang skala kecil penjual bahan material. akhirnya kami menanyakan kepada warga setempat dimana letak toko bangunan lagi yang berada di klampis, rupa-rupanya di Klampis hanya ada satu toko bangunan yang kami singahi tersebut kami di suruh untuk pergi ke lain kecamatan yaitu Arosbaya jarak antara Arosbaya dengan Kecamatan Klampis sekitar 6 km lebih disana toko bangunannya lengkap semua kebutuhan yang kami beli ada disana.

Hari itu juga kami mulai membuat penunjuk jalan, memotong kayu, mengecat kemudian membuat tulisan di plakat. pengerjaan penujuk jalan ini baru selesai sekitar jam 12 malam setelah rehat dari jam 5 yang masih proses memotong kayu dan belum dicat akhirnya setelah mandi, sholat, makan dan rapat program kerja selesai kebetulan saya (Dwi Prayoga Setyawan) dan Sofyan Sauri mahasiswa Ilmu Komunikasi belum bisa tidur dan merasa plongah-plongoh di bahasa Indonesia(Bingung) kami memutuskan untuk melanjutkan pengerjaan tersebut ditemani secangkir kopi malam itu ditemani gelap pekat malam kami memulai pekerjaan mengecat satu persatu penunjuk jalan dan akhirnya selesai. kita pun menghela nafas panjang Alhamdulilah “Besok sudah siap dipasang, ini adalah kejutan untuk anak-anak kkn 85” sahut sofyan. kebetulan memang malam itu teman-teman sudah nyenyak dalam tidurnya.









No comments:

Post a Comment