PROGRAM KERJA KKN 50 UTM TROGAN



Desa Trogan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan kembali terpilih menjadi tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Univertas Trunojoyo Madura pada periode 2018. Dimana dilaksanakan pada 10 Januari – 4 Februari. 16 orang mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura, diberangkatkan ke desa Trogan dengan nama Kelompok KKN Tematik 50. Dengan tema program “Peningkatan Daya Saing Masyarakat Madura Berbasis Kearifan Lokal”.
 Kelompok KKN Tematik 50 Universitas Trunojoyo Madura mempunyai beberapa program kerja yang dilaksanakan selama pelaksanaan KKN. Adapun beberapa rentetan program kerja adalah pendidikan, pertanian, pemasangan batas desa dan pengelolaan kerajinan lokal desa. Namun ada beberapa program kerja harian yang diantaranya mengajar les dan mengajar mengaji anak-anak desa.
Dalam bidang pendidikan, Kelompok KKN Tematik 50 melaksanakan program kerja mengajar ke sekolah dan membuat media pembelajaran. Beberapa sekolah yang menjadi target program kerja diantaranya adalah RA Attausiyah, SDN Trogan 1, SDN Trogan 2, dan MTs Al-khoiriyah. Sedangkan untuk program kerja pembuatan media pembelajaran adalah media matematika dengan materi bilangan, untuk IPA dengan materi sifat-sifat cahaya dan rangkaian seri dan paralel.
Bidang pertanian, Kelompok KKN Tematik 50 melaksanakan program kerja sosialisai pembuatan kompos. Pelaksanaan sosialisai kompos sendiri dengan memanfaatkan kotoran ternak. Target sosialisasi ditujukan kepada masyarakat desa Trogan yang dimana mayoritas sebagai petani. Bahan - bahan yang diperoleh pun memanfaatkan sekam sisa hasil pertanian dan sisa kotoran dari perternak yang terdapat di desa.
Sedangkan untuk program kerja selanjutnya, memanfaatkan potensi unggulan desa Trogan yaitu pengelolaan kerajinan tanah liat menjadi gerabah, kendi dan sebagainya. Program kerja KKN tematik 50 untuk kerajinan adalah melukis dan memperindah tampilan kerajinan gerabah tersebut agar nilai jual barang lebih tinggi. Dan penyampaian program kerja terhadap para pengerajin agar para pengerajin dapat mengelolanya sendiri untuk selanjutnya.



No comments:

Post a Comment